RAPAT PENDAMPINGAN PENGAWAS DI SMK AL FALAH BAHAS SPMB DAN KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN TAHUN AJARAN 2025/2026

RAPAT PENDAMPINGAN PENGAWAS DI SMK AL FALAH BAHAS SPMB DAN KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN TAHUN AJARAN 2025/2026
RAPAT PENDAMPINGAN PENGAWAS DI SMK AL FALAH BAHAS SPMB DAN KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN TAHUN AJARAN 2025/2026

Leces, Kab.Probolinggo, 7 Juli 2025 — SMK Al Falah menggelar rapat pendampingan pengawas yang berlangsung di ruang pertemuan sekolah, beralamat di Jalan Komak Indah No. 50 RT 08 RW 10, Desa Sumber Kedawung, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam menyusun strategi penerimaan peserta didik baru (SPMB) dan penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) untuk tahun ajaran 2025/2026.

 Peserta dan Agenda Rapat

Rapat yang dilaksanakan pada hari Senin ini dihadiri oleh berbagai pihak penting, antara lain:

- Ketua Yayasan Al Falah, Bapak Junaedi Abdillah, S.Pd

- Kepala SMK Al Falah, Zamrony Amrillah, S.Pd.I

- Pengawas Pembina, Bapak Erwan H.

- Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Bapak Abdurokhman

- Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarpras, Bapak Dzulkifli

- Kepala Tenaga Kependidikan, Bapak Zaenal Alim

- Guru-guru adaptif: Redita, Sri Suhaemi, dan Sulastri  

- Guru produktif: M. Yusron dan M. Rizal

 

Agenda utama rapat meliputi pembahasan sistem zonasi dalam SPMB, penerapan kurikulum baru, serta evaluasi nilai raport pendidikan.

Zonasi dan Kurikulum: Penyesuaian dan Inovasi

 

Kepala SMK Al Falah , Zamrony Amrillah, S.Pd.I membuka rapat dengan menyoroti pentingnya memahami regulasi zonasi dalam SPMB. Menanggapi hal tersebut, Pengawas Pembina, Bapak Erwan, menegaskan bahwa sistem zonasi hanya berlaku untuk jenjang SMA, sementara SMK tidak terikat aturan tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa meskipun kurikulum baru belum ditetapkan secara resmi, lembaga penerima dana BOS Kinerja diwajibkan mulai menerapkan pendekatan deep learning.

 “Deep learning sangat baik diterapkan karena mendorong siswa untuk menyelesaikan masalah melalui proyek yang mendalam dan menyenangkan,” ujar Bapak Erwan.

Evaluasi Raport dan Kolaborasi Guru

Pembahasan dilanjutkan dengan evaluasi raport pendidikan, terutama pada aspek literasi dan numerasi yang masih menunjukkan nilai merah. Bapak Erwan mendorong kolaborasi antara guru adaptif, normatif, dan produktif untuk memperbaiki metode penyampaian materi agar lebih efektif dan menyenangkan bagi siswa.

Fokus pada Keterampilan dan Kemandirian Siswa

Waka Kurikulum, Bapak Abdurokhman, menekankan pentingnya visi dan misi sekolah yang berfokus pada penguasaan keterampilan, khususnya dalam bidang broadcasting. Ia berharap siswa tidak hanya siap kerja, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja sendiri.

 “Dengan keterampilan yang mendalam, siswa bisa mandiri secara ekonomi,” tegasnya.

Namun, ia juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum tersedia pelatihan guru khusus untuk jurusan broadcasting di VEDC Kota Malang. Meski demikian, peluang kerja sama dengan pihak ketiga masih terbuka untuk mengembangkan pelatihan tersebut.

Kebutuhan Buku dan Peningkatan Kompetensi Guru

Rapat juga menyoroti kebutuhan mendesak akan buku pegangan guru yang selama ini belum tersedia. Guru masih mengandalkan sumber dari internet yang belum sepenuhnya sinkron dengan buku siswa. Bapak Erwan mengusulkan pelatihan guru di VEDC Malang sebagai langkah peningkatan kompetensi, meskipun masih dalam tahap wacana.

 Kesimpulan dan Penutup

Rapat yang dimulai pukul 09:00 WIB hingga pukul 11.35 WIB ini menghasilkan beberapa kesimpulan penting:

- Kerja sama dengan pondok pesantren yang belum memiliki lembaga pendidikan menengah melalui MoU

- Peningkatan kesejahteraan guru

- Pengadaan sarana prasarana baru untuk mendukung kegiatan praktik siswa

- Penyediaan buku pegangan guru dan siswa untuk tahun ajaran 2025/2026

Dengan semangat kolaboratif dan visi pendidikan yang progresif, SMK Al Falah terus berupaya menjadi lembaga pendidikan yang adaptif terhadap perubahan dan berorientasi pada masa depan siswa.